Publikasi Resmi









Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan - Fakultas Teknologi Pertanian - Institut Pertanian Bogor
Archive
Click For Detil

Dewan pembina :
Feri Kusnandar, Dr
(Ketua Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan)
Adhi Siswaja Lukman, Ir
(Ketua GAPMMI)

Dewan Redaksi :
Ketua :
Nuri Andarwulan, Prof. Dr
Anggota :
Hanifah Nuryani Lioe, Dr
Lilis Nuraida, Prof. Dr
Maggy T. Suhartono, Prof. Dr
Purwiyatno Hariyadi, Prof. Dr
Yunawati Gandasasmita, Ir. MAppSc

Redaksi Pelaksana :
Dede R. Adawiyah, Dr
Didah Nur Faridah, Dr
Nurheni Sri Palupi, Dr
Nur Wulandari, Dr
Puspo Edi Giriwono, Dr
Siti Nurjanah, Dr
Share this page:
Minuman Khusus Ibu Hamil dan Ibu Menyusui: Pemenuhan terhadap Standar Nasional Indonesia dan Persepsi Konsumen(Beverages for Pregnant and Lactating Women: Conformance to the National Standard and Consumer Perception)

Volume 1(1) : 74-81, April 2014
Penulis : Ati Widya Perana1,2, Nurheni Sri Palupi3, Made Astawan3
Institusi :
1Direktorat Standardisasi Produk Pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
2Program Studi Magister Profesi Teknologi Pangan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
3Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Kategori : Hasil Penelitian
Kelompok : Kebijakan Regulasi Pangan
Bahasa : Indonesia

Abstract

Pregnant and lactating women need additional nutrients to fulfill their increasing nutrient requirements. There are 52 beverage products for pregnant and lactating women registered in 2007-2011. Conforming to the standard of this product is currently voluntary. However, considering the safety and public health concern, government may enforce this standard to be mandatory. The objectives of this study were: (a) to evaluate nutrient content declared on the label of registered beverage products for pregnant and lactating women compared with national standard, (b) to calculate the percentage of Recommended Dietary Allowance declared on the label compared to the nutrition need of pregnant and lactating women and (c) to analyze the consumer perception on the beverage products for pregnant (n=60) and lactating women (n=60). This study showed that 87% of beverage products for pregnant women and 59% of products for lactating women did not meet the national standard. The compliance for nutrition fulfillment in beverage products for pregnant and lactating women per serving based on RDA requirement was 1% to 62%.The survey showed that 43% of pregnant women and 48% of lactating women had important perception of these products. Pregnant women (32%) and lactating women (33%) choose nutrients as the first consideration when buying the products. 65% of pregnant women and 64% of lactating women consume these products through their own initiatives. 77% pregnant women and 54% lactating women state that the benefit of consuming these product is to fulfill the nutrients requirement.



Aplikasi praktis

Hasil studi menunjukkan bahwa belum semua produk minuman khusus ibu hamil dan menyusui memenuhi standar dan angka kecukupan gizi (AKG). Hasil ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan bagi badan regulasi atau lembaga terkait lainnya dalam mengevaluasi standar dan meningkatkan pengawasan dalam implementasinya. Dengan demikian diharapkan produsen akan memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga konsumen dapat memperoleh gizi yang dibutuhkan dari produk tersebut.


Pendahuluan

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Selama kehamilan akan terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat intensif di dalam tubuhnya. Oleh karena itu kebutuhan tubuh akan zat gizi menjadi sangat penting dan status gizi ibu akan menentukan kualitas kehamilan dan pertumbuhan serta perkembangan janinnya. Ada dua indikator status gizi ibu hamil yang konsisten berhubungan positif dengan berat bayi lahir, yaitu berat badan indeks masa tubuh sebelum hamil dan tambahan berat badan selama hamil. Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, problem kurang gizi meliputi makronutrien dan mikronutrien. Selain defisiensi besi, wanita di negara berkembang cenderung mengalami defisiensi mikronutrien lain seperti seng, vitamin A, folat dan vitamin B12. Rendahnya status gizi ibu pada masa kehamilan dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif, di antaranya adalah tingginya angka kematian ibu. Pendarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu (28%), anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu (Kemenkes 2010).


Harga Rp.0
Login

Copyright by jurnalmutupangan.com