Publikasi Resmi









Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan - Fakultas Teknologi Pertanian - Institut Pertanian Bogor
Archive
Click For Detil

Dewan pembina :
Feri Kusnandar, Dr
(Ketua Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan)
Adhi Siswaja Lukman, Ir
(Ketua GAPMMI)

Dewan Redaksi :
Ketua :
Nuri Andarwulan, Prof. Dr
Anggota :
Hanifah Nuryani Lioe, Dr
Lilis Nuraida, Prof. Dr
Maggy T. Suhartono, Prof. Dr
Purwiyatno Hariyadi, Prof. Dr
Yunawati Gandasasmita, Ir. MAppSc

Redaksi Pelaksana :
Dede R. Adawiyah, Dr
Didah Nur Faridah, Dr
Nurheni Sri Palupi, Dr
Nur Wulandari, Dr
Puspo Edi Giriwono, Dr
Siti Nurjanah, Dr
Share this page:
Pola Konsumsi Pangan Fungsional dan Formulasi Minuman Fungsional Instan Berbasis Antioksidan(Consumption Behavior of Functional Food and Formulation of Instant Functional Beverage Rich in Antioxidant)

Volume 1(1) : 56-64, April 2014
Penulis : Yuhlanny Dewi Suratno1,2, Nurheni Sri Palupi3, Made Astawan3
Institusi :
1PT Gandum Mas Kencana, Jakarta
2Program Studi Magister Profesi Teknologi Pangan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
3Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Kategori : Hasil Penelitian
Kelompok : Gizi dan Kesehatan
Bahasa : Indonesia

Abstract

The objectives of this study were (1) to obtain the consumption behavior of functional food; (2) to develop the formulation of a functional drink product, and (3) to determine the nutrition fact of the best product prototype. The survey was conducted on 120 respondents, late 30 years old, to get a general view for product design. Respondents were grouped in four groups of age: 30-40 years (n=30), 41-50 years (n=30), 51-60 years (n=30) and older than 60 years (n=30). Each group consists of 15 men and 15 women. Six product prototypes were developed and evaluated by hedonic test (9 scales) and ANOVA test. Duncan’s test was used to select the best prototype. The result showed that Body Mass Index tend to increase at age 41-50 years olds. Metabolic syndrome becomes more prevalent and food consumption behavior changes from ‘free’ to ‘selected-consumption’ at age 51 years. Interest to purchase the functional food increases with age. Nutrition content/serving of the best prototype product were as follows: 2.5 mg isoflavon, 2 g whey protein, 2.5 g fat, 5 g protein, 8 g carbohydrate, 720 ug total carotene (10% RDI), 68 mg vitamin C (75% RDI), 10 mg D-alpha tocopherol (80% RDI). The chosen product characterisitics include 6.5 ml solubility index, aw 0.46. Particle size is 99.14 μm. The nutritional claims of chosen prototype product are as follows: low fat, contains isoflavone, whey protein and carotenoid, high content of vitamin C and E.



Aplikasi praktis

Profil dan pola konsumsi responden mengilustrasikan bahwa semakin bertambah usia seseorang, kasus kegemukan dan penyakit degeneratif semakin bertambah, sehingga makin selektif dalam memilih jenis pangan. Untuk menyediakan alternatif pilihan produk pangan fungsional, dikembangkan minuman fungsional yang berupa bubuk instan. Konsep produk tersebut adalah rendah lemak, mengandung senyawa antioksidan (karotenoid, sodium askorbat, D-alfa-tokoferol asetat, isoflavon) dan protein whey. Prototipe produk memiliki isolubility index 6.5 ml, aw 0.46, ukuran partikel 99.14 μm.


Pendahuluan

Sejalan dengan bertambahnya usia, khususnya setelah usia 30 tahun, secara berangsur akan terjadi penurunan fungsi-fungsi fisiologis tubuh. Penurunan fungsi ini berkaitan erat dengan meningkatnya kerentanan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu (Sardesai 2003). Secara umum penyakit yang terjadi pada golongan usia lanjut ini disebut penyakit degeneratif akibat terjadinya proses degenerasi sel-sel tubuh manusia, misalnya aterosklerosis,hipertensi, obesitas, rematik, jantung, diabetes, penyumbatan pembuluh darah dan kanker.


Harga Rp.10.000
Login

Copyright by jurnalmutupangan.com