Publikasi Resmi









Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan - Fakultas Teknologi Pertanian - Institut Pertanian Bogor
Archive
Click For Detil

Dewan pembina :
Feri Kusnandar, Dr
(Ketua Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan)
Adhi Siswaja Lukman, Ir
(Ketua GAPMMI)

Dewan Redaksi :
Ketua :
Nuri Andarwulan, Prof. Dr
Anggota :
Hanifah Nuryani Lioe, Dr
Lilis Nuraida, Prof. Dr
Maggy T. Suhartono, Prof. Dr
Purwiyatno Hariyadi, Prof. Dr
Yunawati Gandasasmita, Ir. MAppSc

Redaksi Pelaksana :
Dede R. Adawiyah, Dr
Didah Nur Faridah, Dr
Nurheni Sri Palupi, Dr
Nur Wulandari, Dr
Puspo Edi Giriwono, Dr
Siti Nurjanah, Dr
Share this page:
Inaktivasi Bakteri Patogen Planktonik dan Biofilm oleh Sanitaiser Komersial(Inactivation of Planktonic and Biofilm of Pathogenic Bacteria by Commercial Sanitizers )

Volume 1(2) : 32-39, April 2014
Penulis : Ratih Dewanti-Hariyadi1,2, Cynthia1
Institusi :

1Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor
2Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology Center, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

 


Kategori : Hasil Penelitian
Kelompok : Mutu pangan
Bahasa : Indonesia

Abstract

Cleaning and sanitizing are important aspects in providing quality and safe foods. In the US, contaminated equipment is the third most important factor contributing to foodborne disease outbreaks.  The objective of this study was to evaluate the effectiveness of commercial sanitizers against planctonic cells and biofilms of pathogenic bacteria Salmonella Typhimurium and Staphylococcus aureus. Commercial sanitizers used in this study were single sanitizers (quaternary ammonium, peroxy acetic acid, coconut fatty acid) and combined sanitizers ( Oxyquart®, Bioclean 520®, Bioclean 540®) at the recommended application concentrations. Of the sanitizers tested on planctonic cells, peroxy acetic acid at 100 ppm as well as Oxyquart® and Bioclean 540® at concentrations of 0.010% are effective against S. Typhimurium; while Oxyquart®  at a concentration of 0.005% is the most effective sanitizer against  S. aureus. The study also shows that Oxyquart® is more effective against biofilms and capable of inactivating 3.94-5.02 log CFU/cm2 of S. Typhimurium or S. aureus biofilm.



Aplikasi praktis

Penelitian ini menguji kemampuan sanitaiser komersial dalam menginaktifkan bakteri patogen bawaan pangan Salmonella Typhimurium dan Staphylococcus aureus baik sebagai sel planktonik maupun biofilm pada permukaan stainless steel. Sanitaiser yang digunakan terdiri dari sanitaiser tunggal maupun kombinasi yangdihasilkan oleh produsen domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu sanitaiser tunggal dan dua sanitaiser kombinasi dapat menginaktifkan S. Typhimurium maupun S. aureus. Kedua sanitaiser kombinasi berpotensi digunakan untuk mereduksi densitas bakteri biofilm pada permukaan stainless steel.

 


Pendahuluan

Penyakit bawaan pangan (foodborne disease) terus menjadi masalah kesehatan di dunia (WHO 2007). Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan penyakit bawaan pangan di Amerika Serikat selama 2009-2010 sebanyak 29,444 kasus dengan 23 orang meninggal dunia (CDC 2013). Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melaporkan 6,901 kasus orang sakit dan 11 kasus orang meninggal dunia karena penyakit bawaan pangan di tahun 2011 (BPOM 2012).


Harga Rp.10.000
Login

Copyright by jurnalmutupangan.com